Terkait Penghinaan Nabi, MUI Sambas Serukan Boikot Produk Perancis

Yuk Bagikan!

Dr. H. Sumar’in Asnawi, SE.I, M.Si Sekretaris MUI Kabupaten Sambas,

PokokKata.com – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas, menyerukan pemboikotan terhadap produk-produk Perancis. Hal ini dilakukan karena salah satu guru di Perancis dengan sengaja melakukan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW. 
Sebagaimana diketahui, Guru tersebut menampilkan kembali karikatur yang dibuat oleh jurnalis ataupun wartawan di sebuah majalah Charlie Hebdo tahun 2016, kepada anak muridnya saat pembelajaran online/daring.
Menggambar atau menampilkan sosok nabi melalui lukisan itu merupakan suatu hal yang dinyatakan oleh Komisi HAM PBB sebagai bentuk penghinaan dan pelecehan kepada Rasulullah SAW. 
“Sikap dan perbuatan oleh guru tersebut dengan mempertontonkan kembali karikatur dan lukisan yang justru sangat melecehkan dan memperlihatkan kepada anak muridnya,” ujar Dr. H. Sumar’in Asnawi, SEI, MSI selaku sekretaris MUI Kabupaten Sambas, Sabtu (31/10/2020).
“Namun malah pimpinan Negara yang sebagai seorang yang kata-katanya selalu didengarkan justru seolah-olah dan bahkan memberikan dukungan kepada aktivitas tersebut,” katanya. 
Karenanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui surat pernyatan dengan tegas menyatakan bahwa hal tersebut merupakan perbuatan yang sangat menyinggung umat muslim.
Dan MUI menyerukan memboikot seluruh produk-produk yang dikeluarkan dari negara tersebut.
“Saya pribadi sangat setuju dan mendukung surat pernyataan dari MUI tersebut. Hari ini nilai-nilai kemanusiaan jelas-jelas menjadi suatu hal yang dijunjung tinggi Islam,” katanya.  
“Tapi satu hal pelecehan yang dilakukan oleh seseorang yang lebih kita muliakan dari ibu kandung kita sendiri Nabi Muhammad SAW, maka saya mengganggap itu suatu hal yang harus kita bela,” jelasnya, saat di wawancarai di kampus IAIS Sambas.
Untuk itu, ia menyerukan memboikot produk-produk Perancis. Seperti L’oreal, Garnier, Danone, hingga kepada perhotelan. 
“Produk-produk dari negara perancis itu misalnya Loreal, Garnier, Danone, Channel, Ibis Hotel, Carefour, dan sebagainya. Arie Untung seorang artis dengan rela ia membuang bahkan membakar seluruh barang barang branded dari Perancis yang sealama ini dimilikinya,” katanya. 
“Inilah bentuk dari perlawanan kita, artinya kalaupun kita tidak memiliki barang barang dari Negara tersebut paling tidak kita menahan diri untuk tidak membeli produk-produk dari Perancis,” tutur Sumar’in.
Lebih lanjut kata dia itu juga merupakan bentuk pembelaan dan perlawanan masyarakat Indonesia kepada peleceh Nabi Muhammad. 
“Ini agar menimbulkan efek jera kepada pelaku, bahwa umat muslim sangat peduli dan menjunjung tinggi Nabi Muhammad,” tutupnya.

Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *