Dampingi Temajuk, Poltesa Raih Penghargaan Perguruan Tinggi Terbaik Pendampingan Desa Wisata dari Kemenparekraf RI

Yuk Bagikan!

Penyerahan Penghargaan Perguruan Tinggi Terbaik Dalam Pemdampingan Desa Wisata Tahun 2020


PojokKata.com
– Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) berhasil meraih peringkat 14 Besar dari 109 Perguruan Tinggi pada perhelatan Apresiasi Perguruan Tinggi Terbaik dalam Pendampingan Desa Wisata Tahun 2020 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

Dalam program ini, Dosen Poltesa melakukan pendampingan terhadap Desa Wisata Temajuk yang terletak di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Adapun tahapan seleksinya ialah Perguruan Tinggi yang terdaftar dalam ajang ini dilakukan Assesment Lapangan oleh tim Kemenparekraf RI dan dipilih 20 Perguruan tinggi terbaik, untuk Poltesa para Asesor dibawa langsung berkunjung ke Desa Wisata Temajuk pada (13-16 November 2020).

Penyerahan penghargaan tersebut diselenggarakan di Grand Hotel Rafles, Jakarta (2/12) dan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Dewan Juri, 20 Perguruan Tinggi yang berhasil masuk Nominasi, dan Perwakilan Desa Wisata yang didampingi, serta para Peserta Webinar/Zoom Meeting.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menyampaikan selamat kepada 20 Perguruan Tinggi yang telah masuk nominasi pada Perhelatan Apresiasi Perguruan Tinggi Terbaik dalam Pendampingan Desa Wisata Tahun 2020.

“Kami mengucapkan selamat kepada 20 Perguruan Tinggi yang berhasil masuk nominasi, kami menghargai jerih payah bapak dan ibu sekalian,  dari tahun ke tahun Desa Wisata bertambah pesat, untuk itu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut wisatawan,” tutur Wishnutama.

Dalam acara tersebut, Poltesa mengirim Tim Dosen dari Prodi Manajemen Bisnis Pariwisata (MBP) Poltesa yang melakukan Pendampingan Desa Wisata Temajuk yaitu Hikmah Trisnawati, S.Ant, M.Par,  Nur Astri Fatihah, S.T, M.T, dan Kepala Desa Temajuk Rian Winadi. 

Dikatakan Ketua Tim Pendampingan Desa Wisata Temajuk Hikmah Trisnawati S.Ant, M.Par, penghargaan yang diberikan oleh Kemenparekraf RI sangat berkesan bagi para pegiat pariwisata untuk terus berlomba meningkatkan kualitas pengelolaan tempat wisata.

“Acara Apresiasi Perguruan Tinggi Pendampingan Desa Wisata tahun 2020 ini sangat luar biasa, Perhelatan ini memberikan semangat bagi kami para Insan Pariwisata untuk terus mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang kami miliki untuk disampaikan kepada masyarakat, dengan harapan Potensi wisata yang ada di daerah kami dapat lebih baik pengelolaannya,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan kedepan harapannya Temajuk bisa lebih dikenal masyarakat luas baik lokal, nasional hingga wisatawan asing.

“Kami juga sangat bangga dan bersyukur karena dengan ini orang akan semakin mengenal destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sambas, khususnya Destinasi Desa Wisata Temajuk,” jelasnya.

Kepala Desa Temajuk Rian Winadi, mengungkapkan kebahagiaan dan rasa bangganya atas penghargaan yang diberikan Kemenparekraf RI kepada Poltesa sebagai Pendamping Desa Wisata Temajuk.

“Saya mewakili masyarakat Temajuk turut bahagia dan bangga atas capaian ini, dengan apresiasi yang diberikan kepada Poltesa sebagai 14 Besar Perguruan Tinggi Terbaik Pendamping Desa Wisata Tahun 2020, kami juga ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada Poltesa karena dengan prestasi ini Desa kami sekarang semakin dikenal, bahkan sampai ke tingkat nasional,” imbuhnya.

Rian juga mengatakan di kampus Poltesa sudah ada Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata yang khusus dibidang promosi dan tata kelola tempat wisata, dia berharap agar pihak Pemerintah dapat bekerjasama dengan Poltesa untuk mengenalkan dan mengelola tempat wisata yang ada di Kabupaten Sambas.

“Kami berharap kepada Pemerintah agar dapat terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk kerjasama dengan pihak Poltesa untuk membangun dan membangkitkan Pariwisata Sambas, khususnya Pariwisata di Desa Wisata Temajuk,” harapnya.

Ditempat terpisah Direktur Poltesa, Mahyus, S.Pd, SE, MM menyampaikan terimakasih dan rasa bangganya atas diraihan Tim Dosen Pariwisata Poltesa pada ajang Apresiasi Perguruan Tinggi Terbaik dalam Pendampingan Desa Wisata Tahun 2020.

“Capaian ini bukan hanya mengangkat nama Poltesa di tingkat nasional, namun juga telah mengangkat nama Desa Temajuk, hal ini merupakan capaian yang sangat luar biasa, kami merasa bangga dan sangat bahagia atas capaian ini,” ujarnya.

Dikatakan Mahyus, dalam promosi dan tata kelola tempat wisata di Kabupaten Sambas merupakan tanggung jawab bersama, sehingga tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Sambas bisa lebih baik lagi pengelolaannya.

“Saya berharap kedepan Desa Temajuk semakin maju, semakin dikenal dan semakin diminati oleh wisatawan dan untuk Tim Dosen Pariwisata Poltesa, terus semangat, jangan pernah berhenti untuk berbagi dan mengabdi kepada masyarakat dengan menyampaikan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki, semoga dengan capaian ini gairah untuk membangun Pariwisata di Kabupaten Sambas semakin tinggi,” pesannya. 

Lebih lanjut, Mahyus juga mengapresiasi program dari  Kemenparekraf tersebut karena telah melibatkan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan tata kelola pariwisata yang ada di Indonesia.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, karena telah menciptakan program terobosan dengan melibatkan para akademisi dari Perguruan Tinggi untuk membantu mengembangkan Potensi Pariwisata yang ada di Indonesia, semoga kedepan Pariwisata Indonesia semakin maju, dengan inovasi dan kolaborasi yang baik dari semua pihak, ” tutupnya.

Berikut 20 Perguruan Tinggi Terbaik yang mendapat penghargaan dari Kemenparekraf RI.

Tercatat pada peringkat satu ada Sekolah Tinggi Pariwisata Riau yang melakukan pelatihan dan pendampingan di Koto Masjid.

Kemudian secara berurutan Akademi Pariwisata Mandala Bhakti di Desa Wisata Lembah Dongde-Desa Gentungan Karang Anyar, Jawa Tengah, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Desa Cisaat, Subang, Jawa Barat.

Universitas Fajar Makassar di Desa Kabba, Sulawesi Selatan, Politeknik Internasional Bali di Desa Wisata Bongan, Tabanan. 

Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti di Desa Wisata Cikolelet Serang, Banten, Universitas Negeri Padang di Kampung Wisata Payo Solok, Politeknik Sahid di Kampung Keranggan Tangerang Selatan, STIMI Handayani Denpasar di Desa Wisata Baha Mengwi.

Universitas Riau Cagar Budaya Koto Sentajo di Kuantan Singingi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Desa Banyuresmi Pandeglang, Banten, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Desa Wisata Sembalun NTB, Poltekpar Bali di Desa Cau Belayu Tabanan, Institut STIAMI di Kampung Lengkong, serta Universitas Dian Nuswantoro di Desa Walitelon Temanggung, Jawa Tengah.

Kemudian Poltek Balikpapan di Desa Mentawir, Politeknik Negeri Sambas di Desa Wisata Temajuk, STIPAR Tamalatea Makassar di Desa Wisata Datara, Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA di Desa Wisata Garongan Sleman, D.I. Yogyakarta, yang terakhir Universitas Syah Kuala di Desa Nilam Ranto Sabon. (Bhr)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *