IAIS Sambas Gelar Diskusi Publik Bersama Bupati dan Wakil bupati Terpilih

Yuk Bagikan!

Berlangsungnya diskusi publik di IAIS Sambas.

Pojokkata.com- Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas menggelar diskusi publik bersama bupati dan wakil bupati terpilih, H. Satono, S.Sos.I., M.H., dan Fahrur Rofi, S.I.P., M.H.Sc., bertempat di Aula IAIS Sambas, Selasa 26 Januari 2020.

Diskusi Publik ini bertemakan Peluang dan Tantangan Bupati Sambas Terpilih dalam Membangun Sambas Berkemajuan, Dr. H. Sumar’in, SEI.,MSI. selaku Wakil I Rektor IAIS Sambas hadir sebagai moderator pada acara tersebut.

“Kami memilih tema ini dengan asumsi dan alasan sebagai masukan dan pertimbangan kepada bupati dan wakil bupati terpilih dalam merumuskan dan mematangkan visi misi mereka untuk menyusun RPJM di Kabupaten Sambas ke depan,” tutur Sumar’in.

Diskusi publik ini dikaji dari aspek akademis.

Perlu diinformasikan bahwa diskusi publik seperti ini bukanlah suatu hal yang berlebihan dan bersifat politis. Karena bagaimanapun kami mengkaji dalam perspektif akademis.

Diskusi ini bertujuan membangun sinergitas dalam memajukan Sambas ke depannya.

“Di daerah daerah maju yang pernah saya dengar seperti Jawa dan Sumatera. Pembahasan RPJM, visi misi bupati terpilih itu memang suatu hal yang harus dibawa ke ranah publik dan didiskusikan secara terbuka dalam perspektif masing-masing.”

“Sehingga kita mau mencoba membudayakan hal ini khususnya kabupaten Sambas, sebagai upaya untuk bersinergi membangun sambas kedepan,” jelas Sumar’in.

Hadir dalam acara tersebut para akademisi, DPRD, Bupati Sambas periode 2001-2011, Ketua Tim Pemenangan. Opening Speech oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih, namun beliau dapat hadir karena ada agenda yang mendesak sehingga di wakilkan oleh Ketua Tim Pemenangan yaitu Misni Safari.

Sumar’in mengatakan bahwa terselenggaranya acara ini menunjukkan perguruan tinggi berusaha dan bersinergi untuk membangun dan memajukan Sambas.

“Hadirnya rekomendasi ini bisa menjadikan salah satu acuan untuk bupati dan wakil bupati terpilih periode 2021-2026 untuk bisa sama-sama mewujudkan pembangunan sumber daya manusia dan sambas yang lebih baik ke depan.”

Perguruan tinggi tidak hanya sebagai menara gading.

“Hadirnya Perguruan tinggi tidak hanya sebagai sebuah menara gading, tanpa melihat apa yang terjadi di wilayah dan sekitarnya. Salah satu kiprah kami sebagai perguruan tinggi membangun peradaban bersama-sama, berkolaborasi dengan pemerintah daerah.”

“Diharapkan kegiatan ini akan terus dilakukan dalam upaya menjadi kontrol sosial pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat. Inilah bukti bahwa kita tidak dapat bekerja sendiri, harus berkolaborasi dalam upaya untuk memajukan negeri ini,” tutup Sumar’in. (Mly)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *