Ketua Karang Taruna Desa Tempatan Mengutuk Keras atas Penangkapan Jumardi

Yuk Bagikan!

Ketua Karang Taruna Desa Tempatan (Pirdaus)

Pojokkata.com – Jumardi (31) merupakan salah satu warga Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi yang ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian pada hari Kamis (11/02/21) dengan tuduhan menjual burung bayan yang dilindungi.

Ketua Karang Taruna Desa Tempatan, Pirdaus tidak menyetujui penangkapan yang dilakukan pihak penegak hukum atas kesalahan Jumardi tersebut.

“Kami mengutuk keras tindakan KSDA provinsi kalbar atas penangkapan jumardi warga desa tempatan dengan tuduhan melakukan jual beli satwa dilindungi yaitu burung bayan,” ujarnya.

Ia beralasan bahwa masyarakat masih banyak yang tidak mengetahui hewan jenis apa saja yang harus dijaga dan dilindungi.

“Pak Jumardi sama sekali tidak mengetahui kalau burung yang ia jual itu merupakan jenis burung yang di lindungi, karna selama ini tidak ada sosialisasi yang di lakukan oleh KSDA sehingga pengetahuan masyarakat tentang hewan-hewan yang dilindungi sangat rendah,” jelasnya.

Pirdaus juga menganggap bahwa berita penangkapan terlambat disampaikan kepada pihak keluarga.

“Kami juga sangat menyayangkan ketika penangkapan pihak keluarga tidak di beritahu, setelah 1 hari penangkapan baru ada pemberitahuan dan surat penangkapan kurang lebih satu minggu baru di berikan ke pihak keluarga,” ucapnya.

Dari Karang Taruna Desa Tempatan berharap KSDA mencabut laporannnya dan jangan sampai dilanjutkan ke ranah pengadilan, karena kasus ini harus dilihat dari sisi kemanusiannya mengingat Jumardi merupakan tulang punggung keluarga yang bisa dikatakan sebagai masyarakat kurang mampu.

“Kami dari karang taruna mengajak masyarakat Sambas dan stakeholder baik itu dari mahasiswa, lembaga-lembaga lainya untuk bersatu menyuarakan pembebasan saudara Jumardi dari jeratan hukum,” tutup Pirdaus. (Nly)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *