Warga Sambas Ditangkap Karena Jual Burung Bayan

Yuk Bagikan!

Foto Istri dan Anak dari Jumardi (31) yang ditangkap karena jual burung bayan

Pojokkata.com – Jumardi yang biasa dipanggil Jumar, warga Dusun Tempakung, RT 01, RW 01, Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, ditangkap Polisi Daerah Kalimantan Barat karena tuduhan menjual burung bayan yang dilindungi.

Jumardi ditangkap hari Kamis, 11 Februari 2021. Seperti yang diketahui burung bayan atau betet (psittaciformes) telah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan dimasukkannya sebagai daftar lampiran pada Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.

Pak Jumardi merupakan seorang pekerja di Perusahaan Sawit di Batu Ampar, Kubu Raya. Pada saat bekerja beliau menangkap banyak burung dan salah satu jenisnya adalah burung bayan. Setelah mendapatkan sekitar 20 ekor burung bayan, karena Pak Jumardi tidak mengetahui bahwa burung bayan dilindungi, dia membuat unggahan di facebook.

Ada salah satu konsumen ingin membeli burung bayan tersebut dan mengajak Pak Jumardi bertemu di Tugu Limau Tebas pada hari Kamis sore untuk melakukan transaksi. Ternyata pada saat itu juga langsung terjadi penangkapan. Pak Jumardi dibawa ke Pontianak untuk dilaporkan kepada Polda Kalbar.

Abang kandung Jumardi, Rumadi mengatakan kaget setelah mendapat informasi Jumardi ditangkap polisi.

“Pihak keluarga tidak diberi kabar apapun pada saat penangkapan. Kami baru mengetahui sehari setelah penangkapan pada pagi hari Jum’at,” tuturnya.

Ayah kandung Jumardi meminta pembebasan hukuman atas kesalahan anaknya karena masih ada anak dan istri yang menjadi tanggungannya.

“Tanggung jawab anak istrinya adalah dia, sedangkan saya sudah tua untuk menanggung anak dan istrinya, jika dia tetap ditahan maka otomatis beban anak dan istrinya jatuh kepada saya,” kata Ayah Jumardi.

Istri Jumardi sangat berharap pelepasan suaminya dapat cepat terjadi agar dapat kembali kepada keluarganya.

“Semoga ayah dari anak-anak saya bisa kena bebaskan, mudah-mudahan ada simpati untuk kami, mudah-mudahan tidak ada hukuman tambahan lagi, bisa bebas, hanya itu permohonan kami sekeluarga,” pungkas istri Jumardi.

Rumadi selaku dari pihak keluarga juga berharap agar pihak penegak hukum dapat memberikan pertimbangan dan pembebasan kepada adiknya.

“Harapan kepada penegak hukum untuk dapat mempertimbangkan proses hukum yang sedang adik saya alami dan semoga cepat dibebaskan,” harap Rumadi.


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *