ICMI Sesalkan Penangkapan Jumardi

Yuk Bagikan!

Sekretaris ICMI Kabupaten Sambas, Yuliansyah, S.E., M.E.

Pojokkata.com – Kasus yang sedang viral di media sosial belakangan ini terkait penangkapan salah seorang warga Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi bernama Jumardi (31) pada Kamis (11/02/21).

Sekretaris ICMI Kabupaten Sambas, Yuliansyah, S.E., M.E mengungkapkan kekesalannya terhadap kejadian penangkapan tersebut.

“Ini merupakan hal yang mengusik rasa kemanusiaan dan keadilan masyarakat, ditengah minimnya sosialisasi di masyarakat terkait regulasi yang mengatur jenis satwa yang dilindungi dan tidak tidak boleh diperjual belikan,” katanya.

Produk regulasi yang mengatur hal ini yakni Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P. 106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Harus Dilindungi sempat mengalami beberapa perubahan dari sebelumnya P. 20 ke P. 92.

“Yang sebelumnya mungkin burung itu belum termasuk satwa yg dilindungi setelah terbit Permen LH dan Kehutanan P. 106, jangankan masyarakat awam, ASN, Politisi dan pejabat publik lainnya sendiri bisa jadi banyak yang tidak mengetahui regulasi jenis burung yg dilindungi,” ujar Yuliansyah.

Berdasarkan informasi di media KIM pojok kata, Jumardi memposting tentang burung itu untuk ditawarkan di media sosial, dengan kata lain penegak hukum pasti dengan mudah mengetahui nya.

Yuliansyah memberikan solusi atau saran mengenai tindakan preventif untuk lebih diutamakan.

“Apakah tidak bisa dilakukan langkah pendekatan preventif terlebih dahulu oleh pihak terkait dengan cara mengingatkan beliau bahwa penangkapan dan penjualan burung jenis itu dilarang oleh Peraturan Perundang-Undangan,” pungkasnya.

Yuliansyah yang juga Ketua Presedium Alumni Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas menyampaikan harapannya berkenaan dengan penyelesaian kasus ini.

“Saya berharap BKSDA dan Kepolisian Daerah Kalbar melihat persoalan ini dari perspektif kemanusiaan seperti yang dilakukan beberapa hari lalu pada kejadian pencurian HP di Polresta Bandara Soekarno-Hatta dimana polisi mengedepankan keadilan restoratif, apalagi saudara jumardi meninggalkan 1 orang istri dan 2 orang anak yang masih berumur 3 tahun dan 4 bulan ” harapnya.

“Sehingga pelaku pidana tersebut tidak sampai di penjara. Apalagi ditengah pandemi covid 19 ini, banyak mereka yang menjadi tulang punggung keluarga kehilangan pekerjaan,” tutup Yuliansyah. (Nly)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *