Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) Minta Jumardi Dibebaskan Dari Jeratan Hukum

Yuk Bagikan!

Ketua Umum Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas

Sejumlah mahasiswa yang tergabung di dalam Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) meminta agar Jumardi yang merupakan salah satu warga Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi yang ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian pada hari Kamis dengan tuduhan menjual burung bayan yang dilindungi agar segera di bebaskan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Muhammad Rifa’ie selaku Ketua Umum KMKS, ia dan segenap pengurus KMKS menolak dengan adanya penangkapan ini.

“Kami dari pengurus KMKS menolak keras dengan adanya penangkapan yang dilakukan BKSDA provinsi kalbar terhadap jumardi warga desa tempatan dengan tuduhan melakukan jual beli hewan dilindungi yaitu burung bayan,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat sekarang masih banyak yang belum paham bahkan tidak mengetahui hewan jenis apa saja yang harus dijaga dan dilindungi.

“Kami berpendapat bahwa dalam penangkapan ini murni disebabkan oleh ketidaktahuan atau kurangnya pemahaman masyarakat terkait jenis hewan yang dilindungi,” tambahnya.

Rifa’ie juga menyampaikan kurangnya sosialisasi atau semacam kampanye dari BKSDA kepada masyarakat juga menjadi faktor utama atas kejadian ini.

“Kurangnya pemahaman masyarakat juga disebabkan oleh kurang gencarnya sosialisasi yang di lakukan oleh BKSDA kepada masyarakat, sehingga pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga hewan yang dilindungi sangat lah minim,” lanjutnya.

Dari KMKS berharap BKSDA segera mencabut laporan dan jangan sampai dilanjutkan ke ranah pengadilan, karena kasus ini harus dilihat dari sisi kemanusiannya juga mengingat Jumardi merupakan tulang punggung keluarga yang bisa dikatakan sebagai masyarakat yang kurang mampu.

“Kami segenap pengurus KMKS berharap agar BKSDA segera mencabut laporannya, karena hal ini terjadi murni disebabkan ketidaktahuan dan kurangnya informasi terkait hewan yang dilindungi, selain itu kalau dilihat dari sisi kemanusiaan Pak Jumardi juga merupakan tulang punggung keluarga dengan tanggungan istri dan anak yang masih balita yang bisa dikatakan sebagai masyarakat yang kurang mampu,” tambahnya

KMKS meminta agar untuk kedepannya BKSDA lebih gencar dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar kejadian serupa tidak akan terjadi lagi.

“Kami pengurus KMKS meminta untuk kedepannya agar BKSDA lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, masyarakat kita butuh edukasi terkait informasi ini, ini menjadi PR kita bersama, tentunya kami sebagai mahasiswa juga bisa membantu dalam hal ini dan semoga untuk kedepannya tidak terjadi hal yang serupa,” tutupnya


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *