Bersama Keluarga Jumardi, Aliansi Mahasiswa Sambas Ajukan Penangguhan Penahanan

Yuk Bagikan!

Aksi Demonstrasi berlannut di Balai Gakum KLHK Wilayah Kalimantan Seksi III Pontianak.

Pojokkata.com,- Tuntutan masa aksi terus berlanjut, usai mendatangi kantor BKSDA Kalbar selanjutnya masa aksi mendatangi Balai Gakum KLHK Wilayah Kalimantan Seksi III Pontianak di Jalan Mayor Ali Anyang Trans Kalimantan No.4 Kubu Raya, Selasa (2/2/2021) siang.

Sebagaimana pernyataan perwakilan PPNS Balai Gakum KLHK Wilayah Kalimantan Seksi III Pontianak dalam menanggapi tuntutan Aliansi Mahasiswa Sambas, bahwa pihak mereka memberi ruang bagi pihak Jumardi untuk mengajukan penangguhan penahanan sebagaimana hak hukum setiap warga negara. Silakan ajukan kepada atasan kami, “terangnya.

Pernyataan ini juga diperkuat melalui keterangan Kasi Korwas PPNS Diskrimsus Polda Kalimantan Barat, Kompol Karmel Efendi Tambunan, bahwa saudara Jumardi memiliki hak hukum.

Sebagaimana diatur pasal 31 ayat (1) UU No.8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk mengajukan penangguhan penahanan, “silahkan pihak keluarga (istri) untuk membuat surat pengajuan penangguhan penahanan ke pihak PPNS Balai Gakkum KLHK Seksi III Pontianak”.

Jadi setiap tersangka bisa mengajukan penanggungan penahanan dan jenis tahanan,”tuturnya.

Ditambahkan Kompol Karmel Efendi Tambunan, bahwa Polda Kalimantan Barat siap memeroses syarat-syarat penangguhan penahanan jika sudah diproses pihak PPNS Gakum KLHK Seksi III Pontianak. Jadi tahapan proses administrasinya seperti itu, “tuturya.

Dihubungi terpisah, Pirdaus Presiden Mahasiswa BEM IAIS Sambas menyampaikan bahwa pihak Desa Tempatan sedang mendampingi pengurusan surat pengajuan penangguhan penahanan dari Istri Jumardi ke Rumadi saudara kandung tersangka, “ucapnya melalui sambungan seluler.

Dia juga mengatakan bahwa, Kepala Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi H. Agus Rinaldi, menitipkan pesan terhadap Aliansi Mahasiswa untuk terus berharap agar warganya Jumardi dapat segera dikembalikan ke pihak keluarga, “atas dasar kemanusiaan kami pihak Desa Tempatan memohon kepada aparat hukum untuk menerima penagguhan penahanan Jumardi, “ungkap Pirdaus.

Dihubungi terpisah, Amirudin pendamping masa aksi mahasiswa mengatakan, bahwa kami akan mengajukan penangguhan penahanan Jumardi dan saat ini juga sedang berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya yang diperlukan, “bebernya usai mendatangi Balai Gakum KLHK Seksi III Pontianak. (Gu)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *