Datangi BKSDA Kalbar Masa Aksi Tuntut Pembebasan Jumardi

Yuk Bagikan!

Kepala BKSDA berikan pernyataan pada aksi demonstrasi Pontianak.

PojokKata.com – Massa aksi solidaritas mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kab.Sambas berkumpul di tugu digulis kemudian melakukan long march mendatangi kantor BKSDA Kalbar, di Jalan Ahmad Yani no. 121, Pontianak, Selasa (2/2/2021).

Tepat pukul 09.00 Wib massa aksi bergantian melakukan orasi-orasi atas pembelaan terhadap penangkapan sauadara Jumardi dalam kasus penjualan burung bayan dengan dikenakan delik UU No. 5 tahun 1990 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.

Sebagaimana telah dicabut sebagian dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Dan telah diubah pertama kali dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 Tahun 2018 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tahun 2018.

Dalam aksi solidaritas Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas dikawal sejumlah aparat dari Polresta Pontianak dan Polda Kalbar. Perwakilan Massa aksi Angga mendesak kepala BKSDA Kalbar memberikan pernyataan duduk perkara kasus penangkapan Jumardi dalam kasus penjualan burung bayan. ” kami meminta pihak BKSDA Kalbar menjelaskan penangkapan Jumardi, namun disisi lain Jumardi tidak paham atas larangan aturan UU No. 5 tahun 1990 berikut turunannya yang dikenakan, “jelasnya.

Amirudin yang turut mendampingi masssa aksi menjelaskan bahwa selama ini pihak BKSDA luput menjalankan tugasnya di Wilayah Kabupaten Sambas sebagaimana perintah
Permen LHK 20/2018 dan SE Menteri LHK 9/2018, maka Jumardi menjadi korban atas ketidaktahuan UU No. 5 Tahun 1990 berikut aturan turunannya, “tegasnya.

Dalam aksi yang sedang berlangsung hadir dari pihak BKSDA menemui massa aksi yang ditemui langsung Kepala BKSDA Kalbar Sadtata N. A. Dalam keterangannya Sadtata N.A menyatakan, “bahwa pada prinsipnya kami tidak pada domain penangkapan, untuk penangkapan dibawah Balai Pengamanan dan Penegak Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Seksi III Pontianak, Dirjen Gakkum KLHK, jadi satkernya berbeda”.

Masih menurut Sadtata N.A, “posisi kami hanya menangani satwanya, tidak dalam posisi penangkapan, “jawabnya.

Kasus Jumardi ditangani penyidik Balai Gakkum dan Korwas PPNS Polda Kalbar dan saat ini dirumah tahanan Polda Kalimantan Barat.

Turut hadir dalam aksi ini Rumadi saudara kandung Jumardi, dalam keterangannya mengatakan, “kami dari pihak keluarga meminta dibebaskannya adik kami Jumardi atas ketidaktahuan norma hukum satwa yang dilindungi. Jumardi meninggalkan istri dan dua anak yang masih kecil. Sebagai tulang punggung keluarga kami berharap ada keadilan dalam perkara yang dikenakan kepada adik kami. Dia dulu bekerja di Malaysia, “ujar Rumadi.

Aksi ini diikuti ratusan mahasiswa asal Sambas dari beberapa elemen mahasiswa baik dari Komite Mahasiswa Kab.Sambas (KMKS), Solmadapar, Ikatan Mahasiswa Sambas (IKMAS) BEM IAIS Sambas, BEM Poltesa Sambas, IMTEK, Formajas, AMKS S.M Tsyafiudin, IMKAS.

Dari akhir aksi, dari Kasi Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Diskrimsus Polda Kalimantan Barat, Kompol Karmel Efendi Tambunan menyampaikan bahwa saudara Jumardi memiliki hak hukum untuk mengajukan penangguhan penahanan. “silakan pihak keluarga (istri) untuk membuat surat pengajuan penangguhan penahanan ke pihak PPNS Balai Gakkum KLHK Seksi III Pontianak”. “tuturnya.

Ditambahkan Kompol Karmel Efendi Tambunan, kasus ini sedang dalam proses penyidikan oleh JPU di Kejaksaan Tinggi Kalbar dan setelah P21 selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sambas, “pungkasnya. (gu)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *