Hairiah Harap Kasus Jumardi Mengedepankan Restorative Justice.

Yuk Bagikan!

Hj. Hairiah, SH, MH.

PojokKata.com,- Wakil Bupati Sambas, Hj. Hairiah, SH, MH turut prihatin atas kasus hukum yang menimpa Jumardi, warga Dusun Tempukung, Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi yang terjerat perdagangan satwa dilindungi.

Berdasarkan kronologi yang diketahui, Hairiah berharap Jumardi mendapatkan perlakuan hukum yang berbeda yakni restorative justice.

“Saya berharap kasus yang di alami oleh Jumardi, mengedepankan penanganan secara restorative justice system,” ungkap Hairiah, Rabu (3/3).

Konsep pendekatan restorative justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri. (hukum online.com).

Karenanya kata Hairiah, akan lebih baik penyelesaian kasus tersebut dilakukan dengan pendekatan yang berbeda.

“Kasus ini kita harap dapat diselesaikan dengan alternatif pendekatan sosial budaya,” pungkas Wakil Bupati.

Sebagaimana diketahui, kasus Jumardi yang ditangkap karena menjual burung bayan atau betet (psittaciformes) yang telah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan dimasukkannya sebagai daftar lampiran pada Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. (Noy)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *