SEKRETARIS PC GP. ANSOR KAB. KARO PRIHATIN ATAS PENANGKAPAN JUMARDI

Yuk Bagikan!

Sekretaris PC GP. Ansor Kab.Karo, Jono Brahmana, S.Sos

Pojokkata.com,- Melihat Pemberitaan Yang Lagi Viral Dimedia Sosial Tentang Penangkapan Seorang Warga Sambas Yang Menjual Burung Dilindungi, Jono Brahmana ikut mengomentari BKSDA.

Sekretaris PC GP. Ansor Kab.Pari, Jono Brahmana, S.Sos menyesalkan perlakuan dari BKSDA terdahap warga sambas.

“Saya sebagai orang sambas yang diperantauan Sangat Prihatin Dengan Kondisi Yang Menimpa Saudara Jumardi,” Tuturnya.

Jono menjelaskan bahwa tindakan BKSDA itu salah dan harus melihat secara detail tentang Jumardi.

“Karena menurut informasi diberbagai media online dan teman-teman di sambas bahwa saudara jumardi ini tidak mengetahui burung ini dilindungi.”

“Beliau hanya tamatan sekolah dasar dan orang kampung tentu informasi burung yang di lindungi kurang di dapatkannya.”

“Apalagi sosialisasi tentang satwa lindung jarang di lakukan di kampung-kampung,” Ungkapnya.

Saudara jumardi bukanlah orang berada, dia juga masih memiliki tanggung jawab terhadap keluarnya.

“Beliau merupakan masyarakat kurang mampu dan memiliki tanggungan anak yang masih kecil-kecil,” Sebut Jono.

Ia memberikan beberapa masukan terhadap BKSDA atas tindakannya terhadap Jumardi.

“Seharusnya saudara jumardi ini pada saat ditangkap diberikan toleransi karena ketidak tahuan burung yang dijual dilindungi.”

“Diberi peringatan dan surat pernyataan tidak lagi mengulangi perbuatan dan di bina, ini akan lebih bijaksana dan mengedepankan rasa asas kemanusian mengingat sekali lagi ketidak tahuan beliau.” Beber Sekretaris GP Ansor.

Jono Brahmana menyebutkan BKSDA tidak memberikan rasa keadilan kepada warga sambas ini.

“Walaupun kita tahu apa yang dilakukan jumardi itu salah. Apalagi burung yang di jual juga tidak di bunuh dan tidak ada yang di rugikan dalam kasus ini,” Pungkasnya.

Ia berharap agar BKSDA lebih aktif lagi memberikan sosialisasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Kasus jumardi ini adalah salah satu contoh kurangnya sosialisasi yang masif dilakukan oleh BKSDA ke kampung-kampung dan ini harus menjadi Pekerjaan Rumah BKSDA agar sosialisasi lebih di gencarkan lagi kedepan dan menjadi pelajaran kita semua,” Tutup Jono. (Yud)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *