Persaudaraan Sambas Serantau Siap Dampingi Jumardi dan Keluarga

Yuk Bagikan!

DPP Sekjen Persaudaraan Sambas Serantau, Yudhiansyah.

Pojokkata.com,- Persaudaraan Sambas Serantau (PASS) berkomitmen akan dampingi Jumardi.

DPP Sekjen Persaudaraan Sambas Serantau, Yudhiansyah mengatakan bahwa kasus yang menimpa jumardi ini akibat ketidaktahuan, bukan disengaja.

“Kasus hukum yang membelit saudara kami jumardi seharusnya tidak terjadi dikarenakan ketidaktahuan beliau tentang satwa-satwa khususnya burung yang di lindungi,” Tuturnya.

Kasus ini tidak lain juga akibat dari kurangnya informasi yang disebarkan.

“Ketidak tahuan beliau ini juga tidak terlepas dari minimnya BKSDA dalam melakukan sosliasisasi tentang burung yang di lindungi.”

“Kurangnya informasi yang di dapatkan oleh masyarakat mengakibatkan banyak masyarakat kita didesa menangkap dan menjual burung² yang di lindungi salah satunya burung bayan yang di tangkap dan dijual oleh jumardi,” Sambung Sekjen PASS.

Yudhiansyah menyampaikan bahwa banyak pihak yang bahkan tidak mengetahui tentang hewan yang lindungi.

“Jangankan masyarakat kita didesa yang minim pendidikan dan minim mendapatkan informasi kita saja yang hidup di kota juga tidak mengetahui satwa dan tumbuhan apa saya yang di lindungi menurut permen tersebut,” Sebutnya.

Ia melanjutkan bahwa mereka siap untuk menemani Jumardi dalam proses hukumnya.

“Kami dari Persaudaraan Sambas Serantau yang ada di pontianak akan melakukan pendampingan hukum terhadap saudara jumardi dan keluarga.”

“Karena kami melihat kasus ini penuh dengan rekayasa dan tidak mengedepankan Restorative Justice dalam penerapan hukum,” Lanjut Yudhiansyah.

Hal yang dilakukan oleh Jumardi juga terpaksa karena ekonomi yang semakin melemah dimasa Pandemi ini.

“Jumardi menjual dan menangkap burung juga di akibatkan kondisi tidak ada pekerjaan karena habis dipulangkan menjadi TKI akibat covid19,”

Yudhiansyah menyayangkan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh BKSDA.

“Jika BKSDA memiliki itikad baik dalam penegakan hukum, seharusnya dilakukan pencegahan ketika melihat posting tawaran penjualan burung oleh Jumadi, Bukan ditunggu dan diintai saat sudah terjadi transaksi,” Tutupnya. (Yud)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *