Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Jumardi ditunda

Yuk Bagikan!

Foto bersama selesai persidangan.

Pojokkata.com,- Sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan Jumardi bakal digelar di Pengadilan Negeri Pontianak, Jumat (13/3/2021).

Adapun gugatan diajukan kuasa hukum Jumardi atas penangkapan dan penahanan klien mereka di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

Saat dikonfirmasi, Amirudin pendamping dari gerakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Sambas menyatakan, “Benar, Insya Allah sidang perdana digelar hari ini, Jumat 13 Maret 2021 dengan agenda pembacaan gugatan/permohonan,” katanya.

Sebagaimana dikutip dilaman portal sipp.pn-pontianak.go.id, risalah panggilan sidang dengan nomor 4/Pid.Pra/2021/PN.Ptk panitera pengadilan memerintahkan dan menunjuk Heri Ismail.,SH juru sita Pengadilan Negeri Pontianak untuk melakukan panggilan kepada Andel,.SH,MH dkk kuasa hukum pemohon Jumardi yang beralamat di Jalan Trunojoyo No. D 8 Pontianak melawan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat sebagai termohon.

Adapun kuasa hukum pemohon praperadilan Jumardi ditandatangani Arry Sakurianto, SH.

Panggilan sidang dilaksanakan pada hari ini Jumat 12 Maret 2021, pukul 09.00 Wib bertempat di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Pontianak.

Ditanya soal persiapan khusus untuk menghadapi sidang, Amir hanya menuturkan pihaknya bakal terus mencari kebenaran untuk Jumardi. “Persiapan kita maju terus mencari keadilan dan kebenaran,” tutupnya.

Sidang pertama ini juga turut dihadiri Persaudaraan Sambas Serantau (PASS) yang turut mengadvokasi Kasus Jumardi.

Sidang Praperadilan Ditunda

Informasi terbaru yang dihimpun Pojokkata.com, Sidang perdana praperadilan Jumardi ditunda dan rencananya akan diagendakan Jumat depan (19/3/2021). Penundaan sidang disebabkan pihak termohon dalam hal Kepolisian Daerah Kalimantan Barat tidak dapat hadir di sidang perdana permohonan praperadilan Jumardi di Pengadilan Negeri Pontianak, “ungkap Andel kuasa hukum Jumardi.

Adapun materi gugatan permohonan praperadilan adalah terkait penangkapan, penahananan dan sitaan barang bukti atas satwa yang dilindungi yang dikenakan kepada klien kami. “Untuk menentukan sah tidaknya materi gugatan yang kami sampaikan hakim praperadilan yang memutuskan, “tutupnya. (Gu)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *