BEM POLTESA Mengabdi: Resmikan Perpustakaan Mini Seret Ayon

Yuk Bagikan!

Peresmian Perpustakaan Mini di Desa Seret Ayon, Tebas

Pojokkata.com – Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas, Irfan Rabbani meresmikan perpustakaan mini di Desa Seret Ayon, Kecamatan Tebas pada hari Minggu, (14/03/21).

BEM Poltesa bekerja sama dengan Kodim 1208 Sambas merealisasikan pembangunan perpustakaan mini di salah satu desa tertinggal yakni Desa Seret Ayon, Kecamatan Tebas.

Kegiatan mengabdi yang dilakukan tidak hanya semata-mata membuat perpustakaan mini, namun ada kegiatan lainnya.

“Di dalam kegiatan BEM POLTESA MENGABDI ini, ada beberapa kegiatan tambahan seperti penyuluhan kepada masyarakat, sosialisasi pendidikan ke sekolah dan anak anak, serta pendataan siswa putus sekolah,” kata Irfan.

Kegiatan ini direncanakan selesai pada tanggal 25-28 Februari 2021, tetapi melihat kondisi dan situasi dilapangan, realisasi peresmian perpustakaan ini baru selesai pada Minggu, 14 Maret 2021.

Penyerahan bantuan uang dari perusahaan rwk ke mahasiswa

Kegiatan ini murni dari kegelisahan mahasiswa terkhusus bem poltesa yang melihat pendidikan yang tidak merata di Kabupaten Sambas.

“Baik dari segi sarana dan prasarana, maupun muatan pelajaran serta tenaga pendidik terkhusus di daerah daerah tertinggal (3T),” ujar Presma Poltesa.

Irfan menyampaikan bahwa di Desa Seret Ayon sendiri, ada sekitar 350 KK dan hanya ada 1 Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, itu pun 1 atap, dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan serta tak layak, buku buku pelajaran dan seragam yang tidak lengkap.

“Ini saya dapat langsung dari melihat kondisi lapangan sekolah. Bahkan kata kepala sekolah smp disini, sering memesan buku pelajaran dan datang ke sekolah selalu terlambat bahkan sampai 1 tahun baru datang sejak dipesan,” jelasnya.

“Sekolah disini juga tidak setiap hari, tetapi 1 minggu ada yg 3 kali, bahkan tidak sama sekali dikarenakan tenaga pendidik yg berasal dari Sambas dan Tebas tidak datang ke sekolah,” tambahnya.

Penyerahan simbolis bantuan peralatan pembelajaran

Kebanyakan anak-anak di Desa Seret Ayon hanya mendapat jenjang pendidikan paling tinggi smp, hanya sedikit yang mau melanjutkan ke smk/sma, apalagi ke perguruan tinggi.

“Ini disebabkan juga oleh lokasi geografis Desa Seret Ayon yang berada di tengah tengah perusahaatn sawit seperti BOGA, MJL, RWK, KSUP, DARMEK. Sehingga warga mayoritas bekerja disana, bahkan anak-anaknya juga,” pungkas Irfan Rabbani.

Presiden Mahasiswa Poltesa tersebut juga menjelaskan kondisi tempat pengabdian. Desa seret ayon hanya berjarak tidak lebih dari 40km dari jalan raya tebas, dikarenakan kondisi jalan disini sangat memprihatinkan, tanah kuning, berlubang dan bergelombang, ketika hari panas maka jarak pandang akan ditutupi oleh debu, ketika hujan, tanah bahkan rata akan air dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Sehingga waktu tempuh untuk datang ke sini menghabiskan waktu 2jam 30menit paling cepat.

“Listrik juga tidak ada disini, sehingga warga hanya menggunakan aki genset untuk penerangan dimalam hari. Ini juga menjadi salah satu faktor untuk warga setempat tidak bisa melanjutkan anaknya untuk sekolah hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Semua kondisi dan alasan tersebut yang menjadi alasan BEM Poltesa melaksanakan pengabdian di Desa Seret Ayon.

“Oleh hal itulah menarik perhatian saya untuk melaksanakan pengabdian disini, yakni dengan membangun Perpustakaan Mini, yang nantinya akan berisi Taman Baca dan TPQ untuk anak anak dan warga setempat agar dapat mendapat ilmu lebih diluar sekolah,” tuturnya.

Foto bersama BEM Poltesa dan warga serta anak-anak di Desa

Irfan berharap agar perpustakaan ini bermanfaat untuk anak-anak di Desa Seret Ayon, dan kepada pemerintah khususnya untuk lebih memperhatikan.

“Harapan saya, Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas lebih memperhatikan pendidikan di desa desa tertinggal seperti ini, terutama yang berada di lingkungan perusahaan sawit. Buat Perda tentang penggunaan dana CSR untuk pembangunan jalan dan pendidikan (beasiswa) untuk warga setempat,” harapnya.

Dan yang terakhir, Irfan juga berharap agar ada perataan listrik dan perbaikan sistem pendidikan di desa tersebut.

“Perataan listrik ke daerah ini dan lainnya yang masih tidak mendapat listrik. Perbaiki sistem pendidikan dan pertegas tenaga pendidik yang tidak mengahar di daerah daerah tertinggal seperti ini,” tutup Irfan. (Nly)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *