Muchtar Pakpahan Wafat, Simbol Perlawanan Kaum Buruh Zaman Orba

Yuk Bagikan!

IN MEMORIAM: Tokoh buruh Muchtar Pakpahan semasa hidup. (Dok/JawaPos.com)

Pojokkata.com- Tokoh buruh Muchtar Pakpahan wafat pada Minggu malam, 21 Maret 2021 di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Pusat. Muchtar berpulang di usianya yang ke 67 tahun. “Menurut info karena kanker,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea ketika dihubungi, Senin, 22 Maret 2021.

Sebagaimana dilansir Tempo.co, Muchtar Pakpahan merupakan tokoh yang mendirikan serikat buruh independen pertama di Indonesia. Muchtar mendirikan SBSI pada saat rezim Orde Baru hanya mengizinkan satu serikat buruh, yakni SPSI.

Dia merupakan Ketua Umum SBSI periode 2018-2022. Merujuk situs resmi SBSI, Muchtar lahir di Bah Jambi II, Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara pada 21 Desember 1953.

Muchtar Pakpahan pernah menjadi tahanan politik di era Presiden Soeharto karena disertasi dan buku tulisannya berjudul “Potret Negara Indonesia”. Buku tersebut mendorong gagasan reformasi untuk mengatasi berbagai masalah di Indonesia, yang dinilai Soeharto melanggar undang-undang.

Pada 25 Mei 1998, setelah Soeharto lengser, Muchtar Pakpahan mendapatkan amnesti dan abolisi dari Presiden Habibie.

Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan Muchtar Pakpahan adalah tokoh buruh yang peduli terhadap kaum buruh dan rakyat kecil. Iqbal menyebut Muchtar berkali-kali dipenjara dan hendak dibunuh, tetapi kecintaannya kepada kaum buruh tidak surut. “Buruh Indonesia sangat berdukacita atas meninggalnya Bang Muchtar,” kata Iqbal dalam keterangannya. (Gu)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *