Ditjen PEN Kemendag Gelar Forum Informasi Pasar Luar Negeri; Pelaku Usaha Harapkan Ini

Yuk Bagikan!

Forum Informasi Pasar Luar Negeri

Pojokkata.com – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan gelar Forum Informasi Pasar Perwakilan Perdagangan Luar Negeri.

Sebagaimana perintah Presiden Jokowi untuk mendorong UMKM Indonesia bisa ekspor, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi awal kepada pelaku usaha Kabupaten Sambas agar bisa menjadi eksportir baru dengan tujuan negara tetangga kita Malaysia. Tidak hanya itu pasar ekspor kita juga di China (Shanghai) maupun 46 negara lainnya, “ujar Rifah Ariny Atase Perdagangan Indonesia Kuala Lumpur, Rabu, (7/4/2021) siang bertempat di Hotel Pantura Jaya Sambas kepada pojokkata.com

Acara kegiatan ini dibuka dan dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas Musanif dan jajaran OPD dilingkungan Pemkab.Sambas. Adapun pelaku usaha yang diundang pada acara ini sejumlah 23 pelaku usaha, dan 3 asosiasi usaha baik yang berhimpun di KADIN, HIPMI dan Asosiasi UKM.

Acara ini turut menghadirkan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Wilker Aruk serta Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Entikong Wilker Aruk.

Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan memiliki Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI). “Ini bisa dimanfaatkan untuk coaching program, pelatihan packaging, merek, pendampingan, design serta didampingi oleh expert, “imbuhnya.

Masih menurut dia, Kementerian Perdagangan melalui atase perdagangan juga menjalin kerjasama dengan trade promotion office dari berbagai negara. Intinya kita ingin membuat eksportir yang baru disetiap daerah, “beber Rifah.

Pengusaha Sambas Harapkan Pemda Serius Bina UMKM

Ditempat yang sama pengusaha senior H. Badran Hambi mengatakan bahwa KADIN Sambas pernah menyuarakan dan mengawal terkait perdangan ekspor-impor di PLBN Entikong maupun Aruk. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan ke PLBN Entikong yang diketuai Santioso Tio bersama BNPP dan Asosiasi Perdagangan perbatasan untuk memastikan kesiapan perdagangan ekspor ke Sarawak, Malaysia terkait dry port di Entikong “ungkap H. Badran Kadin Sambas.

Masih menurut dia, kegiatan ekspor-impor harus memiliki kode pelabuhan dari kementerian perhubungan. “untuk di Aruk sebelumnya hanya sebatas perdagangan lintas batas dengan memanfaatkan Kartu Identitas Lintas Batas (KILB) dengan dasar Border Trade Agreement (BTA, 1970), “tambah pengusaha senior Sambas ini.

“Ya, kita sangat bersyukur atas keberadaan PLBN Aruk yang sudah dirintis pada masa Bupati Burhanudin A. Rasyid dan saat ini kita sudah melihat megahnya PLBN Aruk. “Tinggal kendala-kendala untuk perdagangan ekspor-impor harus segera dibenahi dan disuarakan. PLBN Aruk akan menjadi pendongkrak ekonomi warga Kab.Sambas maupun Kalbar, “harap H. Badran

Senada dengan hal ini, pengusaha kopi Sambas, Esti Asteria owner Kopi liber.co yang ikut dalam acara ini juga berharap pemerintah daerah maupun pusat melalui kementerian perdagangan melakukan pendampingan terakit produk-produk UMKM Sambas yang layak ekspor sehingga feasible dipasarkan keluar negeri.

“kegiatan yang digelar Kementerian Perdagangan ini tidak hanya sebatas formalitas saja, fasilitasi dan pendampingan produk-produk pelaku usaha Kab.Sambas yang layak untuk pasar ekspor harus dilakukan pembinaan oleh pemerintah daerah, instansi vertikal maupun pemerintah pusat, “pungkasnya. (Gus)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *