Musanif; Malaysia dan RRC Market Share Ekspor Potensial Bagi UMKM Sambas

Yuk Bagikan!

Ir. H. Musanif (Kepala Dinas Kumindag Kabupaten Sambas)

Pojokkata.com – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan bersama Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas menggelar Forum Informasi Pasar Perwakilan Perdagangan Luar Negeri, Rabu (7/5/2021) siang di Hotel Pantura Jaya, Sambas.

Hadir Kadiskumindag Sambas Musanif dan Atase Perdagangan Kuala Lumpur Rifah Ariny, OPD dilingkungan Pemkab.Sambas, asosiasi pengusaha dan pelaku usaha di Kabupaten Sambas.

Musanif mengatakan, kegiatan ini untuk mendapatkan informasi potensi pasar yang lebih luas terkait komoditas yang berorientasi ekspor. “Dengan kehadiran Ditjen PEN melalui atase Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI pelaku UMKM Sambas bisa mendapatkan informasi, akses pasar, strategi-strategi dan regulasi terkait negara tujuan ekspor terutama Malaysia dan RRC bagi pelaku usaha UMKM Sambas,”ungkapnya.

Masih menurut Musanif, bahwa berdasarkan informasi yang kita terima, market share produk maupun komoditas yang diperlukan negara Malaysia dan RRC banyak tersedia di Kabupaten Sambas. Untuk itu pelaku usaha kita harus bisa memenuhi standar dan kualitas produk yang diperlukan negara tujuan ekspor agar bersaing di pasar global.

“Pemda Sambas dalam hal ini Dinas Kumindag harus melakukan pembinaan SDM terkait regulasi dibidang ekspor dan tak kalah penting kerjasama kemitraan dengan pengusaha di negara tujuan ekspor,” imbuh Musanif.

Ia menambahkan, untuk mendongkrak perdagangan ekspor khususnya melalui jalur PLBN Aruk sangat diharapkan proaktif pemerintah pusat untuk melakukan perundingan dengan pihak Malaysia (Sarawak) di forum perundingan bilateral, sehingga PLBN Aruk tidak hanya menjadi perlintasan orang tapi juga perlintasan barang dan transaksi perdangan kedua negara di perbatasan baik Aruk, Sambas dan Malaysia Sarawak, “pinta Musanif

Ditempat yang sama, Rifah Ariny Atase Perdagangan RI di Kuala Lumpur menerangkan bahwa, Kementerian Perdagangan melalui atase perdagangan juga menjalin kerjasama dengan trade promotion office dari berbagai negara. Intinya kita ingin membuat eksportir yang baru disetiap daerah, “beber Rifah.

“Kita mengharapkan kegiatan ini akan berkelanjutan, karena Kemendag RI memiliki perwakilan baik KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia), ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) dan ada Dubes WTO. Jadi kita masih banyak peluang untuk menyampaikan informasi pasar untuk mendukung produk ekspor UMKM, tambahnya. (Nrl)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *