Usung Transparansi Dana Desa, Simpul Belajar “Bemeteng” Gelar Focus Group Discussion (FGD)

Yuk Bagikan!

Simpul Belajar “Bemeteng” Gelar FGD di Aula Bappeda Sambas. Jumat (9/4/2021).

Pojokkata.com – Lembaga Pengembangan Masyarakat Pedesaan (Gapemasda) sebagai Lead Partner USAID Madani melalui simpul belajar “Bemeteng” menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan narasumber dari Dinsos PMD dan DPRD Sambas di Aula Bappeda Sambas, Jumat (8/4/2021).

Turut hadir dalam FGD ini pihak Diskominfo Kab.Sambas, Bappeda, Kesbangpolinmas dan 10 OMS peserta simpul belajar.

Ditemui usai acara, Dian Astuti Field Coordinator USAID Madani Kab.Sambas menerangkan bahwa dengan adanya kegiatan FGD ini diharapkan adanya masukan dari pihak stakeholder baik dari pihak Dinsos PMD dan DPRD Sambas terkait issu tematik kebijakan transparansi Dana Desa, “katanya.

Masih menurut Dian, dengan FGD ini diharapkan dapat masukan dari pihak DPRD, Dinsos PMD, Dinas Kominfo dan Kesbangpolinmas Kabupaten Sambas.

“Keterlibatan stakeholder ini menjadi instrumen penting dalam membantu ikhtiar menuju Desa mandiri, yang tentunya dengan melibatkan keterwakilan kelompok masyarakat dalam proses perencanaan Desa. Dengan keterwakilan organisasi masyarakat sipil pada proses perencanaan ditingkat Desa, diharapkan terjadi tata kelola pemerintahan desa yg kolaboratif dan transparan serta akuntabel, “tambah Dian.

Ditempat yang sama, Anwari Ketua Komisi 4 DPRD Sambas yang menjadi narasumber menyambut baik FGD melalui forum simpul belajar “Bemeteng”.

“peran organisasi masyarakat sipil yang ada di simpul belajar menjadi penting untuk memberikan input terkait perencanaan dan pengawasan dalam tata kelola Dana Desa, “jelasnya.

Demikian pula halnya pihak Dinsos PMD Sambas, melalui Kabid Pemerintahan Desa Apriyandi menjelaskan bahwa simpul belajar “Bemeteng” menjadi bagian yang solutif terkait perbaikan pengelolaan pemerintahan Desa dan Dinsos PMD Sambas mengapresiasi hal ini, “tuturnya.

Ditambahkan Apriyandi, melalui FGD ini dapat terjalin komunikasi dan kerjasama yang sinergis bersama Pemerintah Kabupaten Sambas. “Sebagaimana konsen simpul belajar “Bemeteng” tentang issu tematik transparansi Dana Desa juga menjadi fokus kami bidang Pemdes. Harapannya kita dapat mensinergiskan hal ini sebagaimana aturan-aturan yang ada agar terwujud tata kelola Dana Desa yang transparan dan akuntabel, “timpalnya.

Uray Egi P Rizaldi sekretaris Mangrove Center Foundation juga berharap hasil FGD melalui identifikasi masalah yang sudah dijabarkan melalui simpul belajar “Bemeteng” dengan issu tematik transparansi Dana Desa semoga dapat memberikan hasil yang positif bagi perbaikan tata kelola Dana Desa yang berdayaguna dan akuntabel, “tutupnya. (Nrl)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *