Dari Maggang Hingga Munggahan, 6 Tradisi Untuk Menyambut Ramadhan

Yuk Bagikan!

Warga Memadati Pasar Pagi Sambas Untuk Berbelanja Hari Maggang dan Menyambut Puasa Ramadhan, Desa Jagur. Senin, (12/4/2021)

Pojokkata.com – Tak terasa beberapa jam lagi seluruh umat Islam di dunia akan menyambut bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah yang selalu disambut suka cita, tidak terkecuali di Indonesia.

Selain disambut dengan rasa suka cita, beberapa daerah di Indonesia pun menggelar tradisi yang dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Meski memiliki tradisi yang berbeda-beda, tetapi tujuannya tetap sama, yaitu sebagai bentuk rasa syukur datangnya bulan puasa. Untuk itulah, pojokkata.com menyiapkan beberapa informasi mengenai tradisi unik ketika menyambut bulan Ramadhan. Kuy, simak!

  1. Maggang, Melayu Sambas

Bagi masyarakat Melayu Sambas, ada tradisi yang secara turun-temurun dilakukan dalam menyambut bulan suci ramadhan, yaitu tradisi Maggang (Sambas,Red). Maggang identik dengan berbelanja membeli daging dan makan bersama keluarga. Tradisi ini dilakukan dua atau sehari menjelang bulan puasa.

Tradisi maggang tidak hanya dilakukan dalam menyambut bulan ramadhan tapi juga Idul Fitri dan Idul Adha. Selain tradisi maggang untuk menyambut bulan suci ramadhan, masyarakat Melayu Sambas juga melestarikan tradisi sya’banan selama (satu bulan penuh akan diadakan acara sedekah nasi yang diisi dengan tahlilan). 

  1. Meugang, Aceh

Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Aceh ini berupa kegiatan menyembelih hewan ternak. Biasanya penyembelihan hewan dilaksanakan dua hari menjelang Ramadhan. Setelah disembelih, sebagian daging akan dibagikan kepada para tetangga, sementara sebagian lagi disantap bersama keluarga.

  1. Dugderan, Semarang

Dugderan merupakan tradisi di mana masyarakat Semarang melakukan festival sebagai tanda akan dimulainya Ramadhan. Tradisi ini digelar sekitar satu sampai dua minggu sebelum puasa.

Dugderan kini dikenal sebagai pesta rakyat. Tradisi ini identik dengan dentuman meriam, kembang api, tari japing, arak-arakan, tabuh bedug, dan ritual pengumuman awal puasa. Untuk tetap mempertahankan suasana seperti pada zamannya, dentuman meriam kini diganti dengan petasan.

  1. Tradisi Pacu Jalur

Berbeda dari daerah lain, Riau menyambut Ramadhan dengan tradisi yang mirip seperti pesta rakyat. Menjelang bulan puasa, masyarakat Riau akan bersiap-siap untuk menggelar acara Pacu Jalur.

  1. Nyorog, Betawi

Biasanya setiap orang akan membagi-bagikan bingkisan kepada keluarga. Tidak jarang isi bingkisannya berupa masakan khas Betawi yang dibawa dengan menggunakan rantang.

Salah satunya adalah sayur gabus pucung, ikan gabus yang dimasak menggunakan berbagai aneka bumbu, seperti cabai merah, jahe, dan kunyit.

Masyarakat Betawi di Jakarta memiliki tradisi Nyorog dalam menyambut Ramadhan. Tradisi ini dilakukan dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar keluarga.

  1. Munggahan, Jawa Barat

Munggahan dilakukan sehari sebelum dan saat hari pertama puasa. Di setiap kota di Jawa Barat memiliki sedikit perbedaan dalam menjalani tradisi ini. Namun, tradisi yang dianggap wajib di Sunda ini memiliki makna yang sama, yaitu berkumpulnya anggota keluarga untuk bersilaturahmi, berdoa bersama, dan makan sahur bersama. (*)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *