Kecam Pencemaran Sungai Sejangkung, Ketum KMKS Angkat Bicara

Yuk Bagikan!

Ketua Umum KMKS (Muhammad Rifa’ie)

Pojokkata.com – Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) kecam kasus Pencemaran lingkungan akibat tumpahan Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit di Sungai Kecamatan Sejangkung.

Ketua Umum KMKS Muhammad Rifa’ie mengatakan kami segenap pengurus KMKS mengecam atas terjadinya kasus Pencemaran lingkungan akibat tumpahan Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit di Sungai Kecamatan Sejangkung.

“Kami yang tergabung di dalam kepengurusan KMKS sangat menyayangkan dan mengecam atas terjadinya pencemaran di Sungai Sejangkung akibat Crude Palm Oil (CPO) ini,” ungkapnya. Senin (19/4/2021).

Rifa’ie mengatakan bahwa adanya pencemaran lingkungan ini telah berulangkali bahkan sering terjadi di Kabupaten Sambas.

“Hampir setiap tahunnya selalu ada saja permasalahan pencemaran lingkungan yang terjadi dan diduga memang berasal dari pembuangan limbah atau CPO Sawit yang tumpah.” ujarnya.

Sebagai perwakilan Organisasi Mahasiswa Kab. Sambas kami mendesak bentuk ketegasan dari pemerintah daerah kabupaten Sambas untuk menyikapi kasus ini agar segera dapat terselesaikan.

“Sudah seharusnya ini menjadi PR pemerintah daerah dan ini juga tanggung jawab dari Pemda untuk menyelesaikan hal ini, kami meminta adanya bentuk ketegasan dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti kasus pencemaran ini baik itu dari perwakilan legislatif maupun eksekutif.” Tambahnya

Rifa’ie menambahkan apabila dalam hal ini terdapat unsur kesengajaan dari pihak yang membuang limbah ke sungai maka dengan tegas kami meminta untuk diberikan sanksi yang berat kepada pihak yang membuang limbah tersebut.

“Apabila dalam hal ini memang terdapat unsur kesengajaan, maka kami meminta dengan tegas agar pihak tersebut diberikan sanksi yang berat agar menjadi efek jera untuk kemudian hari,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar selalu menjaga dan mengawasi kelestarian alam.

“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar selalu dapat menjaga dan mengawasi kelestarian alam, terutama daerah hutan dan sungai, sebab hutan dan sungai merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar,” tutupnya.


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *