Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M IAIS Sambas Di Desa Tengguli

Yuk Bagikan!

LP2M IAIS Sambas melakukan PKM di Desa Tengguli

Pojokkata.com – Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) kembali melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), sebagai salah satu bentuk dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Senin (26/04/21).

Dosen Fakultas Syariah, Prodi Hukum Tatanegara, yang terdiri dari H. Tamrin, S.IP., M.H., Sri Sudono Saliro, S.H., M.H. dan Hasiah, M.H., melaksanakan PKM di Desa Tengguli, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas, dengan tema “Teknik Penyusunan Peraturan Desa dalam Penanganan Pelanggaran oleh Anak di Desa Tengguli”.

Kegiatan PKM ini dihadiri oleh 21 orang audiens, yang terdiri dari unsur Pemerintahan Desa, BPD, Tokoh Pemuda, dan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan program pengembangan SDM Dosen Prodi Hukum Tatanegara (HTN), dan sebagai wujud pentingnya Prodi HTN berpartisipasi pada Instansi Pemerintahan Desa dalam membantu merumuskan produk peraturan desa yang harmonis pada hierarki peraturan perundang-undangan.

Dosen-dosen pelaksana dan aparat desa

Salah satu dosen pelaksana, Sri Sudono Saliro, S.H., M.H. menyebutkan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut.

“Tujuan kegiatan ini ialah meningkatkan mutu, kinerja dan menghasilkan produk-produk hukum yg sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khusus nya perdes tentang pencegahan atau penanganan kenakalan remaja,” ujarnya.

Kemudian Sri Sudono Saliro juga menyampaikan harapan dosen pelaksana terkait pelaksanaan PKM di Desa Tengguli.

“Harapan kami, selaku dosen pelaksana PKM terhadap kegiatan ini yaitu mengimplikasikan keilmuan khususnya perancangan peraturan desa, yang kemudian direalisasikan dengan diundangkan nya suatu produk hukum perdes,” harapnya.

“Perdes tersebut merupakan dasar hukum untuk tindakan preventif dalam mengatasi kenakalan remaja. Selain itu kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat dan pemerintahan desa serta instansi lain terkait,” tambahnya.

Foto bersama audiens, pemerintahan desa, tokoh pemuda, dan masyarakat.

Kepala Desa Tengguli, M. Daud, S.Pd.I beserta Ketua BPD dan jajaran perangkat desa lainnya berharap dapat mengundangkan perdes sebagai hasil dari kegiatan tersebut.

“Harapannya selaku pihak yang berwenang membuat perdes terhadap kegiatan ini, adalah dapat mengundangkan Perdes Tengguli tentang penanganan atau pencegahan kenakalan remaja yang sesuai kewenangan desa, tidak melanggar ketertiban umum, asusila, adat istiadat, dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi,” katanya. (Nly)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *