Meski Tidak di Lombakan, “TUMBILATOHE” di Padebuolo Ramai Pengunjung

Yuk Bagikan!

Suasana kegiatan yang menjadi tradisi Masyarakat Padebuolo, Gorontalo.

Pojokkata.com,- Salah satu tradisi masyarakat Gorontalo di malam ke 27 Ramadhan adalah Tumbilatohe atau pasang lampu.

Meski tidak dilombakan, kebiasaan yang kemudian menjadi tradisi ini terus dilestarikan hingga saat ini, bahkan masyarakat Gorontalo yang ada diperantauanpun tetap melakukan tradisi Tumbilatohe pasang lampu.

Inilah yang dilakukan warga Padebuolo untuk melestarikan budaya Tumbilatohe, Sabtu (8/5/21).

Shamad Suleman selaku Ketua Panitia menyampaikan, walaupun kegiatan lomba tahunan yang terlaksana di Kota Gorontalo ditiadakan oleh Gurbernur, mereka tetap melaksanakan kegiatan bersama masyarakat saja.

“Meski sudah ada himbauan dari Pemerintah Kota Gorontalo, Tumbilatohe kali ini tidak dilombakan, kami tetap melaksanakan tradisi ini.”

“Pekerjaan persiapan pasang lampu telah kami mulai seminggu menjelang Ramadhan dan rasa capek kami terobati dengan melihat banyaknya pengunjung yang antusias ingin mengabadikan kunjungan mereka lewat foto selfi di spot foto yang kami sediakan,” Tuturnya.

Tidak hanya masyarakat setempat yang menjadi pengunjung, karena informasi indahnya hiasan Tumbilatohe menjadi daya tarik masyarakat luar.

“Saya kesini karena ada info ditempat ini paling meriah lampunya. Ternyata memang betul, dan saya tertarik untuk melintasi jembatan bambu yang ditaburi lampu hias sambil foto-foto,” ungkap salah seorang pengunjung, Salsa (29).

Sebelumnya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menegaskan pelaksanaan Tumbilatohe tidak dilombakan tahun ini untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menularnya COVID-19.

Menurutnya keputusan tersebut merupakan kesepakatan semua pihak, termasuk para Bupati dan Wali Kota.

Saat berjalannya kegiatan, juga dipantau oleh Humas Portal Lo Padebuolo menyebutkan bahwa acara tersebut terlaksana dengan baik.

“pelaksanaan pasang lampu di Padebuolo berjalan aman dan lancar,” Ungkap Tim Humas, Ronny Suatan. (Yud)

Penulis : Ismanto Didipu
Anggota Persatuan Penulis Muda & Pemula Indonesia (PPMPI)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *