Sejak Hamas Berkuasa 2007. Israel Perkuat Pertahanan Udara Dengan Iron Dome

Yuk Bagikan!

Skema cara kerja Iron Dome alias kubah besi sebagai pencegah serangan rudal (VOA News).

Pojokkata.com- Ketegangan antara Israel dan Palestina kian meningkat beberapa waktu belakangan ini.

Sejak ketegangan meningkat (11/5/2021), Hamas Palestina diketahui menembakkan serangkaian roket terhadap Israel. Ini merupakan balasan Palestina karena Israel tidak juga menyurutkan serangannya terhadap Palestina.

Di saat bersamaan, militer Israel juga terus melancarkan serangan udara ke Gaza. Saling balas serangan roket menjadi hal yang paling sering terjadi di wilayah ini.

Namun Israel sendiri sepertinya cukup percaya diri dengan sistem pertahanan udara mereka.

Dalam hal pertahanan serangan rudal ini, Israel mengandalkan sistem pertahanan serangan udara yang disebut Iron Dome alias Kubah Besi.

Alat ini bukan berbentuk selayaknya wujud kubah, bahkan tidak terlihat wujud kubah pada umumnya. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan sistem pertahanan udara yang benar-benar melindungi seluruh wilayah Israel seperti halnya kubah.

Sebagaimana dilansir NBCNews, sistem pertahanan rudal tersebut berfungsi sebagai penangkal rudal yang diluncurkan ke arah Israel.

Alat tersebut dikembangkan Rafael Advanced Defense System terhitung sejak tahun 2007 silam sejak ekskalasi konflik meningkat.

Menggunakan rudal bertenaga baterai, alat ini digadang–gadang sanggup melumpuhkan serangan roket udara.

Hal itu lantaran alat ini memiliki sensor sensitif yang mampu mengenali dan melumpuhkan ancaman roket jarak dekat dan jarak menengah.

Setidaknya terdapat tiga bagian inti sistem pertahanan rudal yang dipasang secara portable.

Pertama, sistem radar yang terus mengawasi kawasan udara dengan jangkauan hingga radius 40 mil persegi. Segala benda tak dikenal yang melewati kawasan tersebut akan ditangkap oleh peralatan yang dipasang di sebuah truk pengendali.

Di sini, semua informasi diolah, untuk menentukan apakah akan melakukan penangkalan ataupun sebaliknya.

Jika keputusan pencegatan diambil, maka data ini akan segera dikirimkan ke unit interceptor alias pencegat, yang akan meneruskan perintah untuk meluncurkan misil penangkal rudal yang sudah diprogram sedemikian rupa sehingga sanggup mengenali ancaman tersebut.

Mereka mengklaim bisa meluncurkan rudal penangkal serangan dalam jumlah yang banyak sekaligus untuk mengantisipasi serangan roket yang lebih besar.

Tiap rudal yang diluncurkan Iron Dome, setidaknya menghabiskan anggaran sekitar USD 40 ribu.

Namun demikian, mereka menganggap, harga mahal itu sebanding dengan efektivitas yang ditunjukan sistem pertahanan rudal canggih ini.

Pengembangan sistem pertahanan rudal ini, tak terlepas dari peran serta Amerika Serikat.

Pada awal pengembangannya, pemerintahan AS yang saat itu masih dipimpin Barack Obama bahkan memberikan USD 200 juta untuk pengembangan sistem pertahanan rudal ini. (*)

Sebagian artikel telah tayang di tribunjogja


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *