Banjir, Sungai Lumbang Butuh Normalisasi

Yuk Bagikan!

Kondisi Desa Lumbang yang diguyur hujan terus-menerus.

PojokKata- Kabupaten Sambas sedang mengalami musim hujan, setiap harinya hujan turun dengan intensitas tinggi, ini terhitung mulai dari hari pertama lebaran Idul Fitri 1442 H / 2021 M, hingga puncaknya pada hari ke 6 lebaran, hujan dengan intensitas yang sangat tinggi selama 7 jam mengakibatkan Desa Lumbang terendam banjir pada Rabu (19/05/2021).

Banjir berasal dari sungai Desa Lumbang yang merupakan anak sungai Muare Ulakan, pasca diguyur hujan yang sangat deras selama berjam-jam, tidak lama setelahnya banjir mulai memasuki rumah warga pada tengah malam. Ketinggian air mencapai kurang lebih 60 cm.

Ketua Ikatan Mahasiswa dan Alumni Desa Lumbang (IMADL) Iqbal Halim
mengatakan, banjir terjadi akibat sungai di Desa Lumbang sudah mulai menyempit, meningkatnya kepadatan sampah, dan kurangnya daya infiltrasi di daerah Desa Lumbang

“Kita tidak bisa serta merta langsung menyalahkan hujan sebagai penyebab bencana banjir yang hari ini terjadi. Harusnya kita melihat kebelakang, mengevaluasi perkembangan dan pembangunan di Desa Lumbang,” ungkapnya.

Banjir juga telah memasukin beberap rumah warga.

Sampah dan kondisi sungai yang semakin sempit, membuat air tak kuasa mengalir dengan lancar, alhasil banjir pun terjadi.

“Melihat keadaan sungai kita yang sekarang sudah mulai menyempit dan adanya sampah juga menjadi penyebab penyempitan sungai,” tuturnya.

Iqbal mengatakan bahwa daya infiltrasi tanah di Desa Lumbang juga akibat pembabatan hutan untuk berbagai kepentingan

“Kemudian di Desa Lumbang ini, daya infiltrasi tanah juga semakin melemah karena pembabatan hutan juga semakin marak dilakukan untuk membuka lahan. Infiltrasi ini adalah proses penyerapan air hujan yang turun oleh tanah, kekuatan tanah untuk daya infiltrasi ini dibantu oleh akar-akar tanaman sehingga bisa menopang dan menahan turunnya air ke daerah pemukiman,” jelas Iqbal.

Dia juga mengungkapkan, Desa Lumbang mengalami bencana banjir setiap tahunnya, hal ini menurut Iqbal perlu perhatian dan kepedulian dari PemDes, dinas terkait, serta PemDa.

Iqbal beserta seluruh pemuda dan masyarakat berharap ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang akan hal ini.

“Kami selaku masyarakat dan pemuda Desa Lumbang sangat berharap adanya tindak lanjut pada masalah ini, salah satunya normalisasi dan revitalisasi sungai di Desa Lumbang. Peningkatan kapasitas dan kapabilitas lembaga desa juga harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah di Desa Lumbang yang merupakan salah satu penyebab banjir ini,” tutupnya. (Nik)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *