TERKAIT 270 JUTA DATA BPJS KESEHATAN WARGA YANG BOCOR DPRD SAMBAS PINTA KLARIFIKASI DARI BPJS SAMBAS

Yuk Bagikan!

Wakil Ketua DPRD Sambas, Ferdinan Syolihin, SE.

Pojokkata.com,- Persoalan data BPJS sebanyak 270 juta warga yang di duga bocor dan diperjual belikan mendapat tanggapan serius dari Wakil Ketua DPRD Kab.Sambas Ferdinan Syolihin, SE. Sabtu (22/5/2021).

Wakil Ketua DPRD Sambas, Ferdinan Syolihin, SE, mengungkapkan bocornya data BPJS milik warga yang jumlahnya mencapai 270 juta ini harus di sikapi dengan serius karena ini mengenai data pribadi masyarakat yang mengikuti BPJS Kesehatan.

“270 juta warga Indonesia yang bocor maka data warga sambas juga dipastikan ikut bocor.”

“Maka Terkait dengan itu, DPRD akan menyikapi persoalan ini, bocornya dan diperjual belikan data warga bpjs Kesehatan ini Tentu akan berpengaruh terhadap Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat,” Ungkapnya.

Ferdinan akan meminta pihak BPJS Sambas bertemu dengannya untuk mengklarifikasi kasus tersebut, agar bisa bersama-sama mencari solusinya.

“Saya selaku wakil ketua DPRD kab.sambas akan meminta DPRD Melalui Komisi IV yg membidangi Kesehatan untuk memanggil dan meminta klarifikasi Perwakilan BPJS Sambas terkait persoalan ini.”

“Banyak masyarakat resah dengan beredarnya informasi bocornya data bpjs Kesehatan warga apalagi diperjual belikan, kehawatiran warga takut datanya digunaakan untuk hal-hal yang negatif,” Ujar Wakil DPRD Sambas.

Sebelumnya beberapa pemberitaakan diberbagai media menyampaikan bahwa 270 juta warga terkait BPJS telah bocor dan diperjual belikan disebuah web gelap.

Bocornya 270 juta warga Indonesia ini juga sudah ditanggapi oleh Humas BPJS Kesahatan M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan perusahaan tengah melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah data tersebut berasal dari BPJS Kesehatan atau bukan.

“Kami sudah mengerahkan tim khusus untuk sesegera mungkin melacak dan menemukan sumbernya,” katanya, Kamis (20/5/2021).

Namun, dia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan konsisten memastikan keamanan data peserta telah dan selalu dilindungi sebaik-baiknya.

“Dengan teknologi maha data kompleks yang tersimpan di server kami, kami memiliki sistem pengamanan data yang ketat dan berlapis sebagai upaya menjamin kerahasiaan data tersebut, termasuk di dalamnya data peserta JKN-KIS,” ujarnya.

Di samping itu, dia mengatakan secara rutin perusahaan juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan perlindungan data yang lebih maksimal. (Yud)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *