Perubahan Nama Paguyuban Menjadi Perkumpulan Merah Putih Kalimantan Barat

Yuk Bagikan!

Pojokkata.com – Negara Indonesia adalah sebuah bangsa yang unik karena terdapat beberapa suku, bahasa, adat budaya dan sebagainya, bisa merdeka dan mempertahankan kemerdekaannya hingga sekarang ini. Hal ini karena adanya nilai persatuan dan kesatuan.

Oleh sebab itu Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat, Budiman Thahir mengatakan bahwa MABM tersebut merasa terpanggil untuk menyatukan etnis-etnis di Kalbar.

“MABMKB sebagai organisasi terpanggil untuk menginisiasi menyatukan nilai-nilai persaudaraan dengan mengajak beberapa etnis untuk berhimpun dalam wadah paguyuban merah putih,” ucapnya.

Awalnya organisasi ini bernama paguyuban yang dibentuk tahun 2018 yang di koordinir oleh Prof. Chairil Effendy dengan sekretarisnya, Budiman Thahir.

“Dalam mencapai persamaan semangat dilaksanakan kegiatan rutin Ngopi Pagi secara bergilir hingga sekarang,” kata Budiman.

Tahun kedua terjadi pergantian koordinator kepada Jakius Sinyor dan sekretarisnya masih Budiman Thahir.

Prof. Chairil Effendy menambahkan bahwa awalnya ada 7 paguyuban etnis yaitu MABMKB, DAD, Kerabat, KKSS, BANJAR, Jawa, dan Flobamora.

“Sekarang berkembang menjadi 22 etnis mudah-mudahan ke depan akan bergabung etnis-etnis lainnya seperti Aceh, Papua, Jambi, dan sebagainya,” ujarnya.

Budiman Thahir mengatakan bahwa perubahan nama terjadi pada musyawarah Paguyuban yang lalu dan juga berubah menjadi organisasi formal.

“Dalam musyawarah Paguyuban yang lalu telah terjadi perubahan nama dari Paguyuban menjadi Perkumpulan Merah Putih dan dibentuk struktur kepenguruaannya serta dibuatkan akta notaris sebagai organisasi yg formal,” jelasnya

Pada hari Selasa, (25/05/21) telah dilakukan pengukuhan kepengurusan Perkumpulan Merah Putih oleh Gubernur Kalimantan barat yg dihadiri juga oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda Kalbar, Kepala BIN Kalbar, Ketua DPRD Prov, Danlantamal XII Tanjungpura, dan Kabid Supadio Wakil Bupati Kubu Raya serta para ketua paguyuban yang ada di Kalbar.

Prof. Chairil sebagai inisiator berdirinya perkumpulan merah putih menyampaikan tujuan dibentuknya PMP di Kalbar.

“Tujuan dibentuknya perkumpulan ini tidak hanya sebatas berkumpul tapi lebih jauh untuk saling harga menghargai, saling toleransi serta upaya meningkatkan nilai kebangsaan agar tujuan pembangunan nasional dapat lebih berkembang dan sejajar dengan bangsa lainnya,” tuturnya.

Dalam acara pengukuhan itu Ketua Perkumpulan Merah Putih memberikan plakat sebagai penghargaan kepada Gubernur Kalbar, Pangdam, Kapolda, Prof. Chairil, Jakius Sinyor, dan Budiman Thahir. (Nly)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *