Satresnarkoba Polres Sambas Musnahkan BB Narkoba 1,63 Kg

Yuk Bagikan!

Kasatnarkoba Polres Sambas Iptu Wismo saat melakukan pemusnahan barang bukti Narkotika. Senin (7/6/2021)

Pojokkata.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Sambas melaksanakan pemusnahan barang bukti Narkotika.

Pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba Iptu Wismo yang dihadiri langsung oleh perwakilan kejaksaan negeri Sambas. Senin (7/6/2021).

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry Ananto Pratikno melalui Kasatresnarkoba Polres Sambas Iptu Wismo mengatakan pihaknya melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) narkoba dan dihadiri perwakilan dari Kejaksaan negeri Sambas dan hal ini telah sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

“Pemusnahan ini sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri Sambas, dimana barang bukti narkoba mesti dilakukan pemusnahan terlebih dahulu,” tuturnya.

Kasatnarkoba mengatakan dalam pemusnahan ini sebanyak 1,63 kilogram sabu-sabu dimana diamankan empat tersangka yakni berinisial N,S,A dan H.

Disampaikan Kasatnarkoba, dari tersangka N terdapat 33 Peket sabu-sabu seberat 7,82 gram tanggal penangkapan tanggal 3 mei 2021, tersangka S terdapat 2 paket sabu-sabu seberat 2,94 gram tanggal penangkapan 20 mei 2021 dan tersangka A terdapat 10 paket sabu-sabu seberat 1052,45 gram tanggal penangkapan 24 mei 2021.

“Untuk penangkapan narkoba ini selama sebulan terakhir, bahkan untuk penangkapan yang 1052,45 gram ini yang terbaru, baru 14 hari,” ujarnya.

Pemusnahan ini disaksikan oleh para saksi dan tersangka, penyidik yang ditujuk sesuai dengan surat perintah pemusnahan barang bukti.

“Pemusnahan ini kita lakukan dengan membuka bungkus dan dimusnahkan dengan cara dimasukkan dalam baskom yang berisikan cairan racun rumput dan diaduk,” jelasnya.

Sementara berdasarkan keterangan tersangka berinisial A yang merupakan warga Tebet, DKI Jakarta mengaku dia mendapat barang itu dari Malaysia. Dan diperintah oleh seseorang yang berinisial NK.

“Saya dapat dari Malaysia, saya di perintah oleh orang berinisial NK,” katanya.

Dirinya mengatakan jika NK adalah salah seorang napi yang ada di dalam salah satu Lapas di Indonesia.

Namun dari hasil penelusuran pihak kepolisian nama yang di sebutkan tidak ada didalam lapas, seperti yang diungkapkan oleh tersangka.

“Orang yang memerintah saya dari Nusakambangan,” tambahnya.

Saat ditanyakan apakah dia pernah bertemu atau ada nama lain selain nama tersebut dia mengaku tidak tahu.

“Itu nama asli atau tidak saya tidak tahu, karena tidak pernah bertemu,” pungkasnya. (Sai)


Yuk Bagikan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *